Showing posts with label Kisah Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Kisah Inspiratif. Show all posts

Saturday, June 27, 2015

3 Tipe Orang Oleh Tim AW



Seorang guru memperlihatkan tiga mainan berbentuk orang kepada murid-muridnya dan meminta mereka mencari perbedaan dari ketiganya. Sekilas ketiga mainanitu berbentuk sama. Bentuk, ukuran, dan bahan materinya mirip. Namun, setelah diamat-amati, akhirnya murid-murid bisa menemukan perbedaannya. Pada ketiga mainan itu terdapat lubang-lubang. Namun, jumlah dan letaknya berbada-beda.

Dimainan pertama, ada lubang pada kedua telinganya.Dimainan kedua, ada lubang di telinga dan mulutnya.Dimainan ketiga, hanya ada satu lubang di satu telinganya.

Lalu murid-murid memasukan satu jarum kedalam lubang telinga mainan pertama. Jarum itu keluar dari telinga satunya lagi.Pada mainan kedua, ketika jarum dimasukan ke satu telinga, jaru itu malah keluar dari mulutnya.Dan dimainan ketiga, ketika jarum dimasukan, malah sama sekali tidak bisa keluar.

Sang guru pun menjelaskan, mainan pertama mencerminkan orang-orang di sekitar kita yang kelihatannya mendengarkan cerita kita dengan sungguh-sungguh dan peduli pada kita. Tapi, mereka sebenarnya hanya berpura-pura saja. Setelah mendengarkan, seperti halnya jarum yang keluar dari telinga satunya, cerita-cerita kita yang mereka dengar akan dilupakan begitu saja.

Mainan kedua adalah cerminan orang yang mendengarkan keluh-kesah kita dan tampaknya peduli kepada kita. Tapi seperti halnya dengan mainan kedua, jarum itu keluar dari mulutnya. Orang-orang seperti ini akan menggunakan cerita keluh-kesah kita atau apapun yang kita ceritakan ke mereka untuk melawan kita dengan menceritakannya ke orang lain. Atau, mereka akan membocorkan rahasia kita demi keuntungan mereka sendiri.

Mainan ketiga, dimana jarum tadi tidak keluar kamana-mana. Inilah gambaran orang-orang yang akan menjaga kepercayaan yang kita berikan pada mereka. Mereka inilah yang sejatinya bisa kita andalkan sebagai orang yang terpercaya.


Do to others as you would have them do to you. “kalaupun kita tidak bisa menjadi maianan ketiga, sebaiknya kita berkata jujur supaya kita tidak menyakiti orang lain dan diri sendiri di masa mendatang.

Thursday, June 25, 2015

Ambil Kebaikannya, Bukan Keburukannya Oleh tim AW


Dari ayam, keluar dua hal yang sangat berbeda, yaitu telur dan kotoran ayam. Seorang perternak, setiap pagi akan mengambil telur-telur ayam dan meninggalkan kotorannya di kandang, hingga membusuk dan menjadi pupuk. Kemudian, peternak akan mengambil pupuk itu untuk tanaman, sehingga keduanya bermanfaat.


Ambil kebaikan dalam hidup (termasuk orang-orang terdekat anda), bukan keburukannya.

Penjual Ikan


Seseorang mulai berjualan ikan segar di pasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan “Disini Jual Ikan Segar”

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. “mengapa kau menuliskan kata DISINI? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DISINI, bukan DISANA?”

“Benar juga!” piker si penjual ikan, lalu di hapuskan kata”DISINI” dan tinggallah tulisan “JUAL IKAN SEGAR”

Tidak lama kemudian datanglah pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.

“Mengapa kau pakai kata SEGAR? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?”

“benar juga!” pikir si penjual ikan, lalu di hapusnya kata “SEGAR” dan tinggallah tulisan “JUAL IKAN”

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ketiga yang jugta menanyakan tulisannya :

“mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tau kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?”

Benar juga pikir si penjual ikan, lalu di hapusnya kata “JUAL” dan tinggallah tulisan “IKAN.”

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke empat, yang juga menanyakan tulisannya.

“Mengapa kau tulis kata IKAN? Bukankah semua orang sudah tau kalau ini ikan bukan daging?”

“benar juga!” pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu,

(Author Unknown)

Sahabat, Bila kita ingin memuaskan semua orang, maka yakinlah itu hal yang mustahil atau bahkan kita malah justru merugikan diri sendiri.

Sudah menjadi fitrah manusia untuk berbeda pendapat. Terbukti perumahan mungil-mungil yang dulunya sama semua, dalam hitungan tahun sudah menjadi beda semua.

Jadi utamakan suara hati anda, biarkan orang lain berpendapat, tapi saringlah, cerna kembali pendapat mereka, apakah sesuai dengan kata hati anda?, jika tidak, maka tegaslah untuk mengatakan

 “TIDAK!.., MAAF”

Falsafah Lima Jari


Sahabat ada falsafah tentang lima jari kita yaitu…
1.       Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.
2.       Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.
3.       Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telujuk.
4.       Ada jari manis yang selalu manjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.
5.       Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf

Dengan perbedaan positif dan negative yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yang lain, melakukan pekerjaan, dan masih banyak lainnya)

Sahabat, pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua?

Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita di ciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, salin menyayangi, saling menolong, saling membantu, dan saling mengisi. Bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh.

Sudahkah kasih sayang anda hari ini bertambah?

Semoga bermanfaat.. 

Cerita Inspiratif : Tidak Pernah Menyerah


Pada suatu waktu ada dua ekor katak tercebur ke sebuah sumur dangkal, tak lama kemudian teman-teman katak mereka datang dan mulai merubung sambil berteriak “lakukan ini” dan “lakukan itu.”

Setelah beberapa lama, katak-katak diluar sumur menyadari bahwa tidak ada harapan. Mereka menyarankan agar kedua katak tersebut menyerah dan menunggu saja saat dan menunggu saja saat-saat kematiannya. Seekor katak yang pertama menerima nasibnya dan tidak berbuat apa-apa. Katak yang kedua terus melompat-lompat. Katak-katak diluar sumur kembali berteriak-teriak dan memberikan tanda pada katak yang kedua agar menyerah.

Beberapa lama kemudian, katak kedua melompat dengan tinggi dan akhirnya berhasil keluar dari sumur. Kegembiraannya menyeruak. Katak-katak lainnya bertanya pada katak kedua itu, “mengapa engkau terus saja melompat padahal kami berseru-seru agar engkau menyerah.”

Katak kedua itu dengan bangga menjawab, “Aku tidak bisa mendengar kalian, tapi sepertinya kalian memberiku semangat.”


Dalam hidup terkadang kita perlu menutup telinga kita dari omongan-omongan orang yang ada dii sekeliling kita, yang kita perlu lakukan hanyalah focus mengerjakan apa yang kita yakini akan sukses dan kemudian bungkam nulut mereka dengan bukti kesuksesan yang akan kita raih.

Wednesday, June 24, 2015

Kasih Ibu Tak Batas Waktu


Seorang anak bertengkar pada ibunya dan meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi Karena lapar.

Pemilk bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu bertanya “Nak apakah engkau ingin memesan bakmi?”

”ya, tetapi aku tidak membawa uang,” jawab anak itu dengan malu-malu.

”Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,” jawab si pemilik kedai.

Anak itu segera makan dan kemudian air matanya mulai berlinang. “ada apa nak?” Tanya si pemilik kedai.

“Tidak apa-apa, aku hanya terharu Karena seseorang yang baru ku kenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibu ku sendiri. Setelah bertengkardenganku, mengusirku dari rumah. Kau seorang yang baru ku kenal tetapi begitu peduli padaku,” jawab anak itu.

Pemilik kedai itu berkata “nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dank au begitu terharu, ibumu telah memasak bakmi, nasi dan maknan yang lainnya sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya.”

Anak itu kaget mendengar hal tersebut. “Mengapa aku tak berpikir tentang hal itu?. Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak peduli.”

Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar adalah “nak, kau sudah pulang, cepat masuk aku telah menyiapkan makan malam,”

Mendengar hal itu, si anak tidak bisa menahan tangisnya dan langsung menangis di hadapan ibunya.


Kadang kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Namun kepada orang yang dekat dengan kita, khususnya orang tua, kita sering melupakannya begitu saja.

Jangan Pernah Meremehkan Orang Lain


Pada suatu hari, seorang anak masuk ke dalam rumah makan yang sangat terkenal dan mahal. Dia masuk seorang diri dan memakai pakaian yang biasa saja, tidak seperti anak-anak lain yang memakai pakaian pakaian yang bagus. Anak itu duduk disalah satu kursi lalu mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan.

Salah satu pelayan perempuan menghampiri anak kecil itu lalu memberikan buku menu makanan. Pelayan tersebut agak heran mengapa anak kecil itu berani masuk kedalan rumah makan yang mahal, padahal dari penampilannya, pelayan itu tidak yakin bahwa sang anak kecil mampu membayar makanan yang ada.

“Berapa harga es krim yang di beri saus strawberry dan cokelat?” Tanya sang anak kecil.

Sang pelayan menjawab “lima puluuh ribu,”

Anak kecil itu memasukan tanganke dalam saku celana lalu mengambil beberapa receh dan menghitungnya. Lalu dia kembali bertanya “kalau es krim yang tidak di beri saus strawberry dan coklat?”

Si pelayan mengerutkan kening, “dua pulu ribu,”

Sekali lagi anak kecil itu mengambil receh dari dalam saku celananya lalu menghitung. “kalau aku pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat berapa?”

Kesal dengan kelakuan pembeli kecil itu, pelayan menjawab dengan ketus, “sepuluh ribu,”

Sang anak lalu tersenyum, “baiklah aku pesan yang itu saja, terima kasih!”

Pelayan itu mencatat pesanan lalu menyerahkan pada bagian dapur lalu kembali membawa es krim pesanan. Anak itu tampak gembira dan menikmati es krim yang hanya separuh dengan suka cita. Dia melahap es krim sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran.

“Semua sepuluh ribu bukan?” Tanya anak itu lalu membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh. Wajah sang pelayan Nampak masam karna harus menghitung uang receh-receh itu. Lalu sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana belakangnya, “dan ini tips untuk Anda!” ujar sang anak sambil menyerahkan selembar uang tersebut untuk si pelayan.


Ada kalanya kita tidak melihat apa yang melekat pada tubuh seseorang saja sebagai penilaian. Bukan hal bagus untuk meremehkan seseorang Karena melihat penilaian dari luar, kita tidak akan pernah tahu pada waktu yang akan datang, bisa saja seseorang yang anda remehkan merupakan pengantar rezeki yang tak terduga seperti cerita diatas.

Cara Bahagia



Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari jerman, tidak akan menabrakan badannya ke kereta api.

Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak aklan meminum alcohol dan obat depresi higga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry costa, dokter terkenal dari perancis tidak akan bunuh diri akibat sebuah acara di TV.

Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan di tentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya. Tapi yang bisa membuat sesorang itu bahagia adalah dirinya sendiri, mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal.

“kalau kebahagian bisa dibeli, pasti orang-orang kaya membeli kebahagiaan itu, dam kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah di borong oleh mereka.”

“kalau kebahagiaan itu ada disuatu tempat, pasti di belahan bumi yang lain akan kosong, karena semua orang akan kesana berkumpul dimana kebahagiaan itu berada.”

Untungnya kebahagiaan itu berada didalam hati setiap manusia. Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebagiaan itu. Yang kita butuhkan adalah hati yang bersih dan ikhlas serta pikiran yang jernih, maka kita bisa menciptakan rasa “bahagia” itu kapanpun, dimanapun dan dengan kondisi apapun.


Kebahagiaan itu sederhana, Kebahagiaan itu adalah milik orang-orang yang dapat bersyukur.

kisah Inspiratif : Belajar Dari Kisah Sepatu



Belajar dari kisah sepatu oleh Yasa Paramita Singgih

Artikel saya ini berisi cara tentang bagaimana menjadi pribadi yang berguna bagi sesama dan dapat memaksimalkan potensi dan bakat yang ada di dalam diri. Untuk itu mari kita simak cerita di bawah ini.

Suatu hari di beranda sebuah rumah, tepatnya di rak sepatu yang terisi dengan beberapa pasang sepatu, terjadilah ribut-ribut antara dua pasang sepatu. Sepasang sepatu yang pertama disebut dengan sepatu A dan sepatu yang kedua di sebut sepatu B.

Saat itu, sepatu A baru saja dipakai untuk jalan-jalan oleh tuannya. keadaan sepatu A sudah kotor dan jahitan sepatunya sudah sedikit terbuka . sedangkan sepatu B masih bersih dan kinclong karena memang sepatu B ini hampir tidak pernah di pakai oleh tuannya.

"yah, kasihan sekali kamu A, hampir tiap hari dipakai oleh tuan. kayak aku dong, hidup santai-santai saja dan selalu bisa istirahat dirak." kata sepatu B meledek sepatu A.

''lho?! dasar kamu ini, lebih baik aku dipakai terus dari pada nganggur kayak kamu," sahut sepatu A membalas .

''lihat garra-gara dipakai terus badan kamu sudah mulai terlihat tidak indah lagi. kamu pasti iri sama badan aku yang masih mulus ini," kata sepatu B yang masih ngotot.

"lebih baik aku rusak, hancur karena terpakai dan bermanfaat bagi manusia dibandingkan aku harus rusak karena hancur sendiri di sebuah rak sepatu karena terkena proes alami menjadi debu. aku tidak mau hancur sia-sia seperti itu!"

"apa maksudmu?!" sepatu B mulai marah.

"Kita adalah sepatu, Apabila tidak dipakai, maka akan menjadi rapuh dan hancur. Jadi tidak seharusnya kamu merasa santai dan senang karena tidak pernah dipakai. Harusnya kamu was-was, karena potensi dan bakatmu untuk melindungi kaki manusia tidak terpakai."

sepatu B pun termenung dan tidak dapat berkomentar lagi. ia memikirkan bagaimana nasibnya sekarang.

"Sekarang kita lihat, aku mungkin sudah mulai tidak indah, kotor dan jahitan sudah mulai terlepas. tapi aku akan bertahan lebih lama dari mu, karena aku sudah sering terlatih untuk menjadi lentur dan kuat. Aku terbiasa dalam segala keaadaan. Makanya aku menjadi sepatu yang kuat walaupun tidak nampak begitu indah dari luar," sepatu A kembali menjelaskan.

"maafkan aku ya A, karena telah mengejekm. Aku harap dapat bermnfaat di hari depan. Terima kasih ya telah menyadarkan ku," jawab sepatu B yang telah sadar.

Teman-teman, cerita tadi sebenarnya dapat kita gambarkan sebagai cerita Tetang diri kita masing-masing. sepatu B itu kita, dan sepatu A adalah orang tua/guru/teman kita yang sering kali mengingatkan  kita.

Kita dapat belajardari ceri tadi bahwa kita terlahir sebagai manusia adalah itu adalah suatu karunia yang baik. Karena di dunia manusia inilah kita dapat sebanyak banyaknya menanam bibit kebajikan dan dapat bermanfaat bagi orang lain. sebagai manusia, kita semua memiliki potensi dan bakat masing-masing, tapi sering kali kita sia-siakan begitu saja dan tidak mau mengasahnya. kita itu sering kali hanya mau enak-enak dan tidak mau merasakan pahit terlebih dahulu, Padahal halitulah yang memperkuat mental kita.

potensi dan bakat itu harus diasah dan dipakai. apabila tidak, akan terbuang sia-sia begitu saja. jaganlah hanya berdiam diri, tapi galilah potensi dan bakat yang ada di dalam diri kita. Walaupum itu harus terluka dan gagal. itu akan menjadi modal kita untuk sukses dan bermanfaat
bagi orang lain.

intinya adalah jangan takut untuk menggali potensi dan bakat kita. Asah dan gunakan  baik-baik agar tidak menjadi sia-sia dan hilang begitu saja.

Dari cerita diatas juga kita belajar dari sikap sepatu A, yaitu bijaksana. Sudahkah kita bijaksana hari ini? Sepatu A menanggapi ledekan sepatu B dengan sikap tenang tanpa menggunakan nada tinggi. Begitulah harusnya manusia yang bijak menanggapi segala sesuatu dengan tenang dan kepala dingin

Begitu juga dengan sepatu A yang mau mengingatkan sepatu B. itulah fungsi manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, yaitu saling mengingatkan kepada teman untuk tetap berada di rel dan jalur yang benar.

Teman-teman, ingat juga kata pak Andrie wongso, Success is My Right!”


Terima kasih untuk teman-teman yang sudah baca. Semoga menginspirasi teman-teman semua.


Tuesday, June 23, 2015

Kisah Inspiratif : Anak Yang Bodoh


Cerita ini adalah cerita tentang seorang anak yang dianggap "bodoh".

Tersebutlah seorang saudagar di pakistan dengan kekayaan yang luar biasa. dia adalah seorang pedagang sekaligus tuan tanah. Namun, orang itu memiliki seorang putra yang dianggapnya memiliki kecerdasan yang rendah. sementara orang-orang menyebutnya anak bodoh.

Suatu hari, saudagar kaya itu menyuruh anaknya membuat teh untuknya. karena kebodohannya, anak tersebut membuat beberapa teh dan membawanya agar ayahnya dapat memilih salah satu. Sang ayah mengambil salah satu lalu diminumnya dan dengan terkejut merasakan bahwa teh itu sangat lezat. Ia meminta anak bercerita tentang bagaimana teh itu dibuat.

Anaknyyamengatakan bahwa "aku pergi ke halaman belakang untuk mencari kayu bakar. Tapi  karena hujan, semua kayu basah. Jadi, aku pergi ketempat dimana ayah menyimpan uang dan mengambil banyak uang tunai. Kemudian aku membakar semua uang kertas untuk membuat teh."

Teh yang awalnya terasa sangat enak, seketika itu pula terasa seperti racun.

Dari cerita ini kita akan berpikir bahwa anak ini benar-benar bodoh. Mengapa? karena dia membakar uang hanya untuk membuat secangkir teh.

kenyataannya, banyak orang yang lebih bodoh dari anak itu, yang membakar kehidupan abadi di akhirat hanya untuk hidup yang pendek (di dunia) ini.

Yang paling bijaksana dari semua itu adalah orang yang mengingat kematian lebih sering dan mempersiapkan untuk itu